Dikubu di Bedugul

Kebun strawberry "Dikubu" milik I Made Sutrisna yang terletak di kawasan Candi Kuning, tak jauh dari Pura Ulun Danu - Beratan.

Pengunjung kebun bisa masuk tanpa harus membayar dan memetik sendiri strawberry yang nanti pembayarannya dihitung perkilo sekitar Rp 30.000

Kesegaran strawberry yang dipetik sendiri dari kebun.

Petani strawberry mencabut gulma atau tanaman liar yang bisa memiliki efek negatif.

Sisi lain kebun strawberry, berternak kelinci untuk dijual, dipelihara hingga menjadi makanan

Tenda pun disediakan dengan harga Rp 50.000 per malam sebagai pendukung finansial usaha kebun strawberry milik I Made Sutrisna

Strawberry diolah menjadi jus dan tambahan selai pada roti yang disajikan dengan segar di kebun "Dikubu"

Salah satu tugas peliputan dalam pelatihan jurnalis oleh Kemenbudpar pusat dengan tujuan meningkatkan mutu peliputan berita wisata. Kami, para jurnalis berkumpul, tak peduli dari belahan Indonesia manapun dan sejenak kembali teringat kata seorang jurnalis senior, Mbak Enny Nuraheni – Chief Photographer Reuters Indonesia “kalau jurnalis sudah bertemu, meski baru pertama kali, terasa seperti kawan lama yang bertemu kembali”.

Hal ini yang dirasakan, terutama saat berkumpul dan meliput bersama tentang Kebun Strawberry yang mengambil lokasi di kebun Dikubu, tak jauh dari Pura Ulun Danu – Beratan. Canda tawa di perjalanan, kembali serius saat peliputan, kembali rileks saat menikmati jus segar hingga kembali ribet saat mengolah kata dan citra.

Foto-foto yang disajikanĀ  dalam postingan kali ini adalah hasil foto liputan tentang Kebun Strawberry milik I Made Sutrisna yang sudah didirikan sejak 2008. “Demi pariwisata bali berbasis pertanian” kata Pak Made yang hingga kini bertahan meski sering defisit dan kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah sampai harus mengajukan tambahan dana pada bank internasional.

Duh kok jadi berat ya bahasannya… hehe.. untuk penutup, mau sedikit narsis ah.. :p

Foto narsiss! dari kiri ke kanan: Anggara, Pakde Elbi, Supardi Asmorobangun, Raditya, Nathalia Dhyan, Pak Marihot, Gde Suardana, Miftachul Huda… dan yang foto jongkok itu Parwata Dodok…

Ibu yg pake jilbab dari Kemenbudpar dan sebelahnya Bu Ari, istri pemilik kebun strawberry “Dikubu”

Advertisements

One thought on “Dikubu di Bedugul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s