Mekare-kare 2011

This slideshow requires JavaScript.

Pandan berduri dipotong dipotong dan diikat hingga menjadi senjata untuk berperang dalam ritual Perang Pandan atau Mekare-kare khas desa Tenganan, Karangasem, Bali. Ini merupakan bagian dalam upacara Usaba Sambah yang berlangsung satu bulan.

Hari itu tanggal 14 Juni 2011 dan setelah setelah sekian lama akhirnya punya kesempatan merekam sejarah kecil ini. Bangun lebih awal dan berangkat jam 6 pagi demi mendapat semua momen disana, termasuk foto-foto khas Tenganan saat pemuda membakar sate di pagi hari. Sayangnya momen itu belum sempat terekam kameraku, tapi beruntung ada perempuan desa yang bermain ayunan setinggi 5 meter, diputar dengan kencang hingga membuat mereka hampir terpelanting. Hebat ya, mereka sudah biasa dan nggak menunjukkan rasa takut, justru tawa dan rasa ketagihan yang ada.

Tiba waktu peperangan, perisai anyaman dilempar ke panggung perang yang berupa tanah kosong yang dikelilingi ratusan fotografer. Pandan pun dipilih oleh pemuda hingga tetua desa itu… Perang pun dimulai!

Saling geret pandan ke tubuh lawan, mendorong, terjatuh dan berdarah. Tapi mereka tertawa dan bercanda dalam sakit. Keunikan ritual keagamaan yang ditujukan pada Dewa Indra sebagai Dewa Perang yang dilakukan setiap tahunnya.

Rekam jejak nostalgila dengan kamera lama Nikon F90x + roll film Horicolor ASA 100 (expired 2008)

Advertisements

2 thoughts on “Mekare-kare 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s