Semarang – Jogja

kau lempar uang, kami salto

Alunan lagu “tul jaenak… jaenak tul jaedi… kuntul… bla… bla… bla…” mengiringi perjalanan Denpasar – Semarang dengan bis Pahala Kencana. Lagu-lagu bertema jawa, dangdut hingga Koes Plus mengalun sendu menemani hari.

Perjalanan Denpasar – Gilimanuk terbilang cukup lancar, aman, tenang dan nyaman. Gimana nggak, makanan di tas terbilang berlebihan.

Sebut saja:

  • 1 kue bantal ukuran besar
  • 2 bungkus Good Time
  • 2 bungkus Biskuat
  • 1 bungkus Jacobs
  • + 1 bungkus makanan dari bis

Sepertinya ini tanda, bemper depan dan belakangku akan segera menggempal… (“-___-)

Perjalanan disambut oleh mentari senja di pelabuhan Gilimanuk, kami penduduk bis Pahala Kencana mencari-cari tangga menuju lantai teratas kapal Feri

Menjemput senja di kapal feri

petualang dari UNDIP yang memetakan Bali

Senja di Feri

Pelabuhan Ketapang kala senja

Sebelumnya, terimakasih pada pak supir bis, Pak Handoyo dan Pak Joko yang secara bergantian menyupir selama 6-8 jam tanpa henti dan dengan kerennya menyalip truk dan bis dengan ekstrim.

rehat sejenak sebelum bertugas

Advertisements

3 thoughts on “Semarang – Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s