Pendidikan Sex dan Pubertas

Anak-anak sekolah HighScope Denpasar antusias mengikuti pendidikan seks yang diberikan oleh Dr. Oka Negara. Mereka diajak menggambar tubuhnya sendiri saat masih kecil.

Dr. Oka Negara :      “Apa itu pubertas?”

Anak-anak menjawab:       “Badan ganti!” , “tumbuh bulu!”, “jadi ABG!”, “mimpi basah!”

Dr. Oka Negara memberikan penjelasan bagaimana tubuh bisa berubah dari bayi, remaja hingga dewasa kepada anak-anak Sekolah HighScope.

Denpasar, Rabu 15 Maret 2012.

Setiap kali obrolan sudah menyinggung 3 huruf ini, yang terbayang langsung adegan ranjang  yang difilmkan berjudul “Blue Film” . Seperti pisau bermata dua, ada perspektif  antara membuat penyimaknya  lebih pintar dan “awas” pada kehidupan seksual atau malah tertarik untuk bereksperimen dengan materi seks yang diberikan, padahal belum waktunya.

Anak-anak memberikan tanda bagian tubuh mana saja yang nantinya akan berkembang pada laki-laki.

Beberapa pertanyaan anak-anak tentang sex yang dikumpulkan dan didiskusikan bersama nantinya.

Giliran anak perempuan yang diajak menggambarkan tubuhnya sendiri diatas kertas. Banyak dari mereka yang masih belum mau menambahkan gambar alat kelamin karena malu menggambarkannya.

Dr Oka Negara mengajak anak-anak perempuan maju menggambarkan bagian tubuh perempuan yang nantinya akan mengalami perubahan.

Di Sekolah HighScope yang berdekatan dengan Hotel Nikki, Denpasar ini dilakukan program “Pendidikan Sex dan Pubertas” pada anak-anak tingkat dasar umur 9 hingga 12 tahun. Anak laki-laki dan perempuan dipisahkan saat pembahasan awal tentang sex dan pubertas, tapi saat sesi tanya jawab, mereka digabungkan dalam satu kelas.

Sex itu luas, nggak melulu tentang hubungan intim laki-laki dan perempuan. Bahasannya bisa dimulai sejak dini, tentang pengenalan menstruasi pada perempuan dan pemahamannya pada laki-laki agar tidak mengejek atau mengucilkan perempuan yang sedang mens. Bagaimana ciri-ciri perkembangan tubuh sesudah mimpi basah pada laki-laki dan menstruasi pada perempuan, jadi anak-anak bisa menyikapinya dengan baik dan benar. Menanggapi beberapa pertanyaan pada anak-anak yang saat ini sudah mendapatkan informasi lebih bebas dari televisi dan media sosial.

Jadi ingat seorang teman yang ngajar anak-anak tukang suun dan penjual buah keliling pernah cerita, banyak kehamilan yang terjadi dan seks bebas karena kurangnya pemahaman tentang seks disana. Cowok SMP sudah seringkali dan menganggap biasa berhubungan sex karena nggak ngerti tentang itu, ada kasus anak-anak hamil karena iming-iming pacarnya. Mungkin dianggapnya sekali saja melakukan nggak akan hamil dan aman-aman saja, tapi hasilnya ternyata berbeda.

Advertisements

3 thoughts on “Pendidikan Sex dan Pubertas

  1. Terima kasih dr. Oka Negara dan Mr. Anggara Mahendra…. nice interactive discussion for Sex Education in 10-13 years old… So inspiring us here… Thank you for uploading article in this blog as well…

    Cheers,

    Budhi Sagita W. – Vice Principal of Sekolah HighScope Indonesia-Bali,
    Twitter: @budhisagita,
    FB: Budhi Sagita Wiratama

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s