Tari Baris dan Tamiang

Pemuda Banjar Batan Poh, Sanur membawakan Tari Baris dan Tamiang yang beberapa tahun belakangan ini sedang dalam masa restorasi.

Jiwa seni dan pemikiran seniman di Bali banyak sekali dituangkan dalam karya sastra, suara, lukisan maupun gerak tubuh. Hampir setiap desa di Bali memiliki keseniannya tersendiri, termasuk juga di Banjar Batan Poh, Sanur dengan Tari Baris Panah dan Tamiang nya. Kesenian yang sempat menghilang, tapi mulai dihidupkan kembali oleh I Wayan Warta atau Jero Mangku Warta yang kini berusia 60 tahun dan merupakan generasi kedua Tari Baris Panah dan Tamiang.

Penari baris saat menunjukkan posenya

Tarian yang diciptakan tahun 1930an oleh Ida Bagus Putu Pegug ini dulunya memakai kain kuning polos yang digantikan oleh kain bermotif ukiran keemasan.

Tamiang atau Perisai ini melambangkan Pradhana atau perempuan.

Memakai keris sebagai aksesoris dalam tari Baris Panah dan Tamiang.

Gelung tari Baris Panah dan Tamiang yang masih sederhana. Kedepannya, gelung ini akan disempurnakan lagi bentuk, ornamen dan aksesorisnya.

I Wayan Warta, generasi kedua Tari Baris Panah dan Tamiang beserta anak didiknya.

Sekitar tahun 1930an, seniman asal Griya Telaga Sanur, Ida Bagus Putu Pegug atau yang lebih akrab disapa Gus Putu Telaga menciptakan tari Baris Panah dan Tamiang. Ketertarikannya pada karya sastra geguritan, lagu janger, lagu-lagu bali dan tembang guntang sepertinya banyak memberi inspirasi saat mencipta gerak tari dan filosofi didalamnya. Panah yang dipakai dalam seni tari ini bermakna Purusa (laki-laki) dan Tamiang (perisai) melambangkan Pradhana (perempuan).

Unsur yang terkandung diperkuat dengan perpaduan warna putih kuning yang dipakai tidak hanya untuk melestarikan apa yang sudah ada sejak dulu, tapi juga kesucian. Putih melambangkan Dewa Siwa dan Kuning melambangkan Buddha. Ada perbedaan jenis kain kuning yang dipakai dalam kostumnya, dulu hanya memakai kain polos, namun sekarang diperkaya dengan motif ukiran dan warna keemasan.

I Wayan Warta, merupakan Pembina tari dari Banjar Batan Poh sekaligus orang yang dipercaya menarikan Tarian sakral Topeng Dalem Sidakarya. Beliau sendiri mempelajari Tari Baris Panah dan Tamiang saat masih berumur belasan tahun, ketika Ida Bagus Putu Pegug sendiri sudah tua dan memakai tongkat saat melatih tari. Hal ini membuatnya agak kesulitan mengingat gerakan-gerakan yang dulu sempat diajarkan, hingga harus berdiskusi dengan teman-teman seangkatannya.

Tarian ini pernah akan dikomersilkan sekitar tahun 1964 saat Bali Beach baru dibangun, tapi usaha itu belum berhasil dan lebih sering pentas saat odalan di Pura, tapi entah kenapa perlahan tarian ini menghilang. Baru sejak diundang pentas pada PKB awal tahun 2000, semangat untuk meneruskan warisan Ida Bagus Putu Pegug muncul kembali.

“Kalau kamu mau pasti kamu bisa” hal ini sering kali diucapkan  I Wayan Warta setiap kali mengajar tari ke generasi muda. Tujuannya sederhana, agar mereka ini tidak merasa tertekan, tersinggung dan mau melakukan dengan sungguh-sungguh. Hal-hal mendasar gerakan pinggul yang elok, cara nyeledet, tumpuan berat badan saat bergerak dijelaskan secara detail agar penari tidak hanya menghapal gerakan, tapi tahu darimana gerakan itu bisa tercipta dan menghasilkan gerakan yang dinamis.

Foto & tulisan oleh Anggara Mahendra

Dipublikasikan juga di Bali Daily – The Jakarta Post

Advertisements

9 thoughts on “Tari Baris dan Tamiang

  1. ini pementasan pas di PKB ya?? syukur deh, seni “langka” seperti ini bisa di angkat lagi.. jadi PKB bukan sekedar dagang.. 🙂

    Like

  2. Tari baris panah dan tamiang ini memang benar merupakan angkatan generasi ke tiga yang diregenerasikan kembali oleh tokoh-tokoh yang peduli seni Br batanpoh sanur kaja antara lain I wayan Warta,Drs I Nyoman Muditha, M.Pd , Ketut Ginastra, I Made Darpa. I ketut karsa SH dan I made tunas, S.Ag termasuk semua warga BR batanpoh sangat mendukung sekali, untuk dihidupkan kemabli Tarian ini karena saking lamanya terpendam sehingga sulit untuk mengingat gerakan tarinya sehingga mengalami modifikasi baik tari maupun tabuhnya oleh seorang tokoh seni Tari tamatan ASTI Denpasar dari Br belong sanur yang bernama Kadek Sumaryasa,untuk melakukan modifikasi tabuh dan tarinya dan juga dibatu oleh pembina tari seorang tokoh seni : I wayan Wartha dan pembina tabuh dari Br batanpoh : I wayan Ada, Kt Budiana , I Nyoman Adiasa dan I wayan Rana
    Untuk pakian , tabu dan tari dimodikasi dan disempurnakan oleh : Kadek sumaryasa

    Like

  3. Terimakasih Bpk Walikota Denpasar yang sangat peduli akan budaya dan menjadi Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya dengan mengangkat tema ” Baris” saat Denpasar Festival untuk mengakhiri tahun 2011 sehingga Tarian Baris Panah dan Tamiang Br Batanpoh termotivasi untuk dihidupkan kembali.
    Baris Panah dan tamiang yg baru dipertunjukan lagi dan diberi kesempatan dalam pembukaan PKB tahun 2012 dan ditarikan sebagai besar oleh Pemuda ST Dharma Kerthi Banjar Batanpoh, merupakan generasi ketiga setelah sekian lama tidak pernah dipentaskan diciptakan sekitar tahun 1930 an merupakan generasi pertama,oleh tokoh seni yang bernama Ida bagus Putu Pugug dari geria telaga Br Anggarkasih sanur Tahun 1960 an generasi kedua, salah satu penarinya yang masih menggeluti seni tari adalah I wayan Wartha, sehingga untuk gerak tarinya secara utuh untuk generasi ketiga tidak bisa diingat secara sempurna. Untuk tarian Baris Panah dan tamiang generasi ketiga baik tari dan tabuhnya telah mengalami modifikasi tapi tidak mengurangi gerak dasar tari dasar tari generasi kepertama maupun generasi kedua.
    dalam penataan tari dan tabuh termasuk kostumnya dibantu oleh seorang sarjana tari tokoh seni tari muda tamatan ASTI atau ISI Denpasar yang berasal dari Br. Belong sanur yang bernama Kadek Sumaryasa bersama I Wayan Warta meregenerasi untuk dilestarikan tarian Baris panah dan tamiang ini sehingga menjadi warisan untuk anak cucu kelak, gagasan ini sangat didukung oleh tokoh-tokoh seni tabuh Br batanpoh Bpk Wyn Ada, Wyn Rana, Kt Budiana, Nym Adiasa dan juga penglisir atau sespuh banjar batanpoh I.B.Paramartha,SH,MM,, I.B Agung Partha Adnyana,,dr I.B.Putra Udaya, I.B Putra sutha,SAg,I Kt Karsa,SH, Drs I Nym Muditha,M.Pd, I Md Darpa, IMd Tunas,SAg beserta Semua Warga Br Batanpoh
    Titip Pesan buat anak anak dan cucu cucuku tolong terus lestarikan Tari Baris panah dan tamiang ini kepada generasi berikutnya.!!!!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s