Si Jubah Oranye

ANG20140109_kuta_benesari_beachwalk_pantai kuta_87 (1)

 

 

 

 

 

9 Januari 2014.

Disebelah kami guide lokal selalu menebar senyum kepada setiap orang  yang melintas, sesekali dengan gaya sok akrabnya dia berhasil menghentikan langkah wisatawan untuk ber basa-basi. Biasanya akan berakhir pada tawaran paket atau jasa transportasi untuk melihat eksotisme Bali.

Sementara kami (saya dan Erwin Sitorus) sedang asyik berwacana tentang fotografi Bali dan printilannya. Sebotol minuman mineral menemani obrolan yang ternyata cukup menarik, mulai dari street photography, Sidewalkers.asia hingga Bali Spirit Festival. Ditengah obrolan, saat berusaha menikmati suasana hampir sunset itu, aku melihat laki-laki agak gemuk dengan rambut tipis yang berjalan mengenakan jubah oranye sambil membawa mangkok kecil berwarna keemasan.

Fuji X100 yang saat itu berada di meja bundar langsung kuambil dan setting seadanya dalam waktu kurang dari 2 detik, dan Snap! Foto pertama Bante sudah terekam dalam otak digital SDHC.

Dia perlahan menghampiri dan menyodorkan cawan yang berisi uang pecahan Rp 100 ribu, 10 ribu hingga recehan. Kami “ngeh” dengan bahasa tubuhnya hingga memberinya uang Rp 10 ribu dan recehan. “Untuk bekal jalan lahh” maksudku dalam hati…

 

Bante itu kemudian menuju sekelompok orang yang juga duduk di minimarket dan memberikan gestur yang sama. Beberapa memberinya uang dan saat itu juga aku berusaha mengambil fotonya lagi. Laki-laki ini memiringkan badannya lalu berjalan ke arahku…

ANG20140109_kuta_benesari_beachwalk_pantai kuta_88

Bahasanya tidak kumengerti, sepertinya dia pun nggak ngerti bahasa Inggris dan menggunakan bahasa tubuh.

Jadi begini bahasa tubuhnya:

“Menunjuk ke uang Rp 100 ribu – menunjuk ke mukaku – membuat gestur orang memotret – lalu wajah dan tangannya kembali menunjuk uang Rp 100 ribu di cawannya”

Aku bengong…
Apa maksudnya one picture one hundred thousand rupiahs?

“Bante ini beneran nggak sih? kok matre?” kataku dalam hati.

Advertisements

4 thoughts on “Si Jubah Oranye

  1. For foto ke-1: Kenapa gak bahas si jubah pink aja bro ^_^v
    For foto ke-2: Sebenernya ini gak bole, menempatkan tempat duduk untuk umum di dekat “AWAS TEGANGAN TINGGI”. -_-

    Like

  2. dear mas Anggara…
    saya juga pernah bertemu dengan Bante tersebut dengan gestur yang mirip seperti mas deskripsi-kan di kawasan Jl. Imam Bonjol sebelum Carrefour persis minggu lalu… namun karena saya tidak mudah percaya alias sudah mulai curiga, jadi dengan terpaksa saya cuek-in saja si Bante tersebut… maunya iseng saya tanya, apa si Bante tersebut tahu di mana letak Bhudist Temple di Bali ini…
    thanks…

    Like

    • hai Mbak Caecilia.

      Setelah saya posting info tentang laki-laki berjubah oranye itu, ternyata ada beberapa kawan yang pernah bertemu dengan dia dan modus yang sama. Ada kabar dia lagi dicari polisi juga karena aktivitasnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s