Kami Gila!

Kemot di Ibukota, Jakarta. Jumat (28/11/2014).

Perjalanan 1200-an kilometer dari Bali – Jakarta bersama Si Kemot seperti menjadi syarat khusus bagi orang lain menyandangkan gelar “gila” pada saya. Bagaimana tidak, motor berumur 40 tahunan masih saya bawa berkeliling melintasi jalur Pantura bersama truk, bis dan kendaraan lainnya. Satu harinya menempuh 350-450 kilometer.

Adhinatha Endra Datta setelah berorasi di panggung terbuka Car Free Day, Jakarta, Minggu (30/11/14).

Cerita ke “gila” an saya masih kalah gila ketimbang Mahayanthi, Endra dan Sekretariat Bersama Sepeda (Samas) Bali yang menempuh jalur  Bali – Jakarta juga dari 20 November. Setelah hanya memantau dari media sosial, akhirnya bisa bertemu di Car Free Day bundaran Hotel Indonesia (HI) sambil mengenakan kaos #BaliTolakReklamasi dan spanduk yang dibentangkan di landmark Jakarta.

Siapa yang lebih gila?

Sekretariat Bersama Sepeda (Samas) Bali membentangkan bendera Samas Bali dan For Bali sebagai sikap menolak reklamasi Teluk Benoa pada Car Free Day bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu (30/11/14).

Tapi dalam perspektif  berbeda, kami hanya salah satu dari kumpulan orang yang berusaha memaknai kehidupan…

Advertisements

2 thoughts on “Kami Gila!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s