Interpretasi Visual “Suci”

ANG20150821 Suci Photo Exhibition 03

“Suci itu untuk bisa merasa tenang dan bebas”, ujar Pande Kadek Heryana dengan karya foto rombongan orang bersembahyang melintasi laut dengan jukung. 

Pande Kadek Heryana / Apel dengan karyanya

Pande Kadek Heryana / Apel dengan karyanya

Widnyana Sudibya, fotografer senior dan budayawan dengan foto Melasti karyanya berpendapat bahwa makna ‘Suci’ itu luas. Tergantung tujuannya untuk bersih atau cuntaka (kondisi kotor secara spiritual). Tidak semua upacara termasuk suci, meski secara visual memiliki kemiripan. Harus dibatasi dengan pemaknaan tertentu, atau semua visual tentang upacara bisa masuk.

Widnyana Sudibya dengan karyanya

Widnyana Sudibya dengan karyanya

Mereka adalah dua dari 36 fotografer yang lolos kurasi online via grup Facebook dikuratori oleh Iwan Darmawan, fotografer senior yang sudah mengkurasi pameran ini sejak 1999. Ada 1200an foto dari 200-an fotografer di Bali yang mengirim foto hasil interpretasi visualnya pada ‘Suci’. Menurut Iwan, ‘Suci’ adalah untuk menjadi bersih. Bukan tujuan yang utama, melainkan prosesnya sendiri yang dianggap suci sehingga foto-foto yang dipilih merupakan representasi dari pemahaman ‘Suci’ menurutnya. Secara spesifik, foto yang dipilih hanya dari kategori Dewa Yadnya (persembahan suci kepada Dewa/ Sang Pencipta).”Dari sekian banyak foto yang masuk, sebenarnya poin yang dikirim sebagian besar tentang berbagai macam ritual sehingga terjadi kemiripan visual satu dengan lainnya di pameran ini”, tambah Iwan.

ANG20150821 Suci Photo Exhibition 02

Pameran foto ‘Suci’ adalah bentuk provokasi positif Iwan pada fotografer Bali agar belajar membuat cerita dan memamerkan sendiri karyanya. Meski sudah banyak yang mendokumentasikan, tapi banyak yang sering lupa bahwa mereka belum melakukan apa-apa sebelum menyeleksi ulang karyanya. Banyak yang datang ke ritual tertentu dan memotret tapi belum bercerita.

Dari 36 foto yang dipamerkan, sebagian diantaranya memiliki kemiripan visual dengan karya foto yang dipamerkan di tahun-tahun sebelumnya karena masih menyajikan eksotisme visual pada alam dan budaya Bali secara umum meski disajikan dengan tema berbeda. Keterangan yang disajikan dalam pameran masih sebatas informasi umum berupa judul, ukuran dan media cetak, tanpa informasi lebih tentang visual yang dianggap merepresentasikan kesucian atau perspektif fotografer tentang ‘Suci’ sendiri. Sehingga orang awam kurang mendapat informasi lebih tentang karya foto yang dipamerkan.

ANG20150821 Suci Photo Exhibition 08

“Menuju Segara” foto karya Ni Komang Sri Riastuti adalah satu foto yang terlihat sedikit berbeda. Memiliki kecantikan yang sebanding dengan visual lainnya, tapi menampilkan pesan lebih yang berbentuk simbol perubahan kondisi geografi Bali. Tebing-tebing yang dibelah menjadi akses jalan untuk wahana yang mendukung pariwisata Bali, dan di bagian kiri atas menampilkan visual pesisir dengan mesin ekskavator sebagai penanda daerah tersebut sedang mengalami  pembangunan.

ANG20150821 Suci Photo Exhibition 01

Karya 36 fotografer yang terangkum pada Pameran Foto ‘Suci’ masih bisa dinikmati dari 21 Agustus hingga 5 September di Griya Santrian, Sanur sebagai rangkaian dari Sanur Village Festival ke 10 bertema “Dasa Warsa”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s