2 tahun (hampir)

Post terakhir di blog ini Agustus (hampir) 2 tahun lalu.

Banyak hal baru dikerjakan sepulang workshop Permata Photojournalist Grant 2014 dan pameran-nya di 2015. Perjalanan pulang bersama Si Kemot yang menghasilkan segudang cerita yang berakhir di dunia maya dan hardisk. Rencana membukukan perjalanan pun tertunda dengan segudang alasan.

photo_2017-07-24_17-34-26.jpg

Kumpulan alasan yang akhirnya menjadi kerak dan menyumbat isi otak. Seringkali aktifitas memotret malah menjadi “template” karena merasa sudah mengerti bagaimana membuat foto yang bagus. Hanya foto bagus yang bisa dipakai untuk keperluan media, atau klien. Kreatifitas yang digerakkan oleh passion, idealisme dan rasa ingin tahu perlahan terkikis.

Kalau versi penulis, mungkin bisa diibaratkan sebagai “writers block”. Masa 2 tahun ini saya ibaratkan sebagai “writers block” juga karena tidak bisa maksimal membuat cerita dengan media visual. Mungkin karena kehilangan tujuan juga dalam bertutur visual sehingga cara pandang melihat momen jadi “biasa aja” yang membunuh rasa ingin tahu yang ketika saya pikirkan lagi justru menjadi bahan bakar saya belajar fotojurnalistik.

Dulu, rasa ingin tahu diberi ruang sebebas mungkin dengan media kamera Nikon FM 10 dan lensa 50mm. Merekam aktifitas pasar barang bekas di Kreneng yang buka dari pukul 7 hingga 11.30 siang. Momen yang biasa dilirik sebelah mata ternyata jauh lebih menarik dari mata kamera. Kemudian berinteraksi dengan para subyek dan mengenal lebih dekat Denpasar dengan aktifitas mereka. Momen biasa ini terlihat spesial.

Mencoba napak tilas momen kamera analog di pasar Kreneng, kembali membaca buku, membuka diri, menyapa kawan, mengedit foto-foto lama dan membuka situs yang bermuatan positif untuk otak. Terlalu banyak membaca konten negatif tentang kondisi politik dunia, Indonesia dan masalah orang lain di sosial media ternyata membuat pola pikir kelewat kritis sampai akhirnya lelah dan jadi pesimis.

Saya jadi lupa, dulu jalanan dan ngobrol tanpa ekspektasi berlebihan yang membentuk gaya memotret saya. Insting menajam selama proses itu sehingga momen spontan bisa terekam dengan baik. Malahan  beberapa tahun terakhir justru sibuk berpikir kritis tanpa aksi dan jadi pasif. Respon badan melambat dan momen terlewat. Kacau sih ya!

Sebagai penutup “2 tahun (hampir)” ini, mau berbagi beberapa foto lama dan baru yang cukup sukses membawa kenangan masa lalu ketika bermain dengan cahaya dan menikmati proses memotret tanpa ekspektasi berlebihan:

photo_2017-07-24_18-21-07.jpg

photo_2017-07-24_18-22-59.jpg

photo_2017-07-24_18-21-19.jpg
photo_2017-07-24_18-23-12.jpg
photo_2017-07-24_18-23-29.jpg

photo_2017-07-24_18-23-33.jpg

photo_2017-07-24_18-23-55.jpg

 

Cerita lainnya akan selalu saya update lewat instagram.com/anggaramahendra atau instagram.com/everyday.bali dengan hashtag #catatanvisual

Waktunya kembali ke jalan, berinteraksi dan merangkai cerita dalam visual…

SAMPAI JUMPA DI JALANAN!

Advertisements

2 thoughts on “2 tahun (hampir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s