Happy Easter 2012

Minggu, 8 April 2012.

Hari Minggu, langit biru, tawa canda dan keceriaan terasa saat perayaan Paskah di Seminyak. Anak-anak bermain air, menggambar mukanya, melukis telur Paskah dan bermain dengan kelinci yang menjadi simbol Paskah. Menurut sumber yang saya dapat dari blog Lena Lase Wacker ada sejarah singkat kenapa kelinci dan telur jadi simbolnya.

Ceritanya begini, pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostre, sedangkan di Jerman disebut dengan Dewi Austro sebagai Dewi musim semi atau Dewi kesuburan dan perpanjangan hidup. Kalau di Bali bisa diibaratkan dengan Dewi Sri yang melambangkan kesuburan.

Hari Paskah selalu jatuh di sekitar hari-hari perayaan Dewi Eostre. Karena itu lama kelamaan orang mengambil alih perayaan Dewi Oestre. Dilihat dari sisi linguistik,  bahasa Inggris dan Jerman untuk Paskah adalah Easter atau Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro, mungkin karena inilah namanya menjadi “Easter”.

Penggunaan telur pada Paskah karena dianggap sebagai awal  kehidupan, dan kelinci dianggap lambang kesuburan, karena bisa berkembang biak dengan cepat. Hubungannya dengan Paskah sepertinya diibaratkan dengan  lambang kehidupan yang berlimpah dalam Kristus.

Lambang telur dan kelinci pun diambil alih dan dijadikan lambang  kebangkitan Kristus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s