Ogah Ogah Ogoh Ogoh

ogoh-ogoh banjar Taman Yang Batu yang akan diarak mulai sekitar jam 6 sore menuju kawasan Catur Muka saat pengerupukan, satu hari sebelum hari raya Nyepi.

Maaf untuk 1 hari Bali kami tutup

Kamis, 22 Maret 2012.

Sepertinya hanya di Bali saja bandara internasional dan pelabuhan ditutup, segala akses masuk ataupun keluar Bali juga ditiadakan. Kendaraan yang biasanya berlalu lalang, satu hari ini hanya jadi seonggok besi keren, umpatan saat kemacetan lalu lintas berubah menjadi keheningan. Televisi dihiasi dihiasi gambar hitam putih abstrak sepanjang hari, dan kami semua menyepi menikmati hari.

Beberapa hari sebelum Nyepi, banyak cerita tersebar, entah itu bermaksud memprovokasi atau tidak, isunya bernada SARA. Berhubungan dengan permakluman umat Muslim yang ingin menunaikan kewajibannya Sholat Jumat yang sebenarnya sudah diijinkan oleh umat Hindu dengan beberapa syarat : tidak memakai kendaraan saat ke masjid, dan tidak memakai pengeras suara. Jadi mereka tetap menghormati Nyepi di Bali, tapi ada saja yang mengatakan via broadcast Blackberry Message “kalau mau sholat jumat pulang aja ke Jawa” dan ada kawan yang berkomentar kalau Sholat Jumat saat Nyepi itu bukan toleransi namanya dan nggak setuju ada orang yg tetap keluar saat Nyepi.

Banyak pendapat ya, tapi kalau secara pribadi, pemakluman Sholat Jumat itu adalah bentuk saling menghargai antar umat beragama. Bagaimana caranya semua bisa sama-sama bisa menjalankan kewajibannya bersembahyang pada Tuhannya masing-masing.

Lanjut bahas ogoh-ogoh yuk? Di Banjarku sendiri, Banjar Taman Yang Batu ada beberapa ogoh-ogoh yang dibuat oleh anak-anak hingga dewasa dengan bentuk yang beragam berbentuk raksasa. Kami mengarak ogoh-ogoh dengan rute dari Banjar, lewat SMA 7, SMA1 dan jajaran sekolah disana menuju Jalan Pattimura, Jalan Veteran hingga puncaknya ke perempatan di Catur Muka. Disana semuanya berkumpul dan bersorak membawa ogoh-ogoh, ada juga yang khusus membawa sound system dengan lagu house musik atau dangdut hingga bisa mengajak penonton untuk berjoget dan bernyanyi bersama.

Tahun ini Catur Muka sepertinya nggak sepadat tahun lalu, sedikit review tahun 2011, malam pengerupukan hujan gerimis yang kadang deras tapi orang-orang tetap kekeh nonton dan memadati kawasan Catur Muka. Kali ini masih banyak ruang kosong untuk bergerak ke kiri dan ke kanan mencari objek foto.

Silahkan dinikmati menu foto ogoh-ogoh dan suasana saat pawai yang terekam lewat kamera digital saya dan ditampilkan juga di media Traveler Bali http://travelerbali.com/?act=gallery&id=85#

Advertisements

8 thoughts on “Ogah Ogah Ogoh Ogoh

  1. Mantaaaap nih….kaarena ikut hadir dlm tradisi itu jd tau gmana suasananya….sayang taun ini ga bsa ikut mengarak “monster tradisional” krn sibuk… Besok omed2an ditunggu foto “best kissing” nya ya masbro…hehe….

    Like

  2. wah2…kemarin juga aku sempat liat ada ogoh2 turis yang lagi moto celuluk yang glantingan di traffic light, bapak ini ada keinginan buat moto celuluk yang lagi jalan2 ga pak? saya mau ikut. mau mastiin apakah dada celuluk asli itu seseksi yang tampil sebagai ogoh2….ngkiiik

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s