Catatan Pameran “Air Dalam Simbol”

20150820 DFF Air - Instalasi Pameran Air Dalam Simbol_ANG_2467

Mas Agus melihat-lihat karya foto “Terbalik” milik Johannes P. Christo

Simbol

Saya selalu kagum bagaimana orang Bali menginterpretasikan simbol semesta dalam gerak, suara, visual, konsep, filosofi dan ritual. Warna yang dinamis, bentuk persembahan bagaikan instalasi seni yang dikerjakan setiap hari oleh pemujanya yang memiliki kedalaman makna. Semua tampak eksotis hingga dianggap menjadi surga terakhir bagi para pelancong dari negeri lain. Begitu terkenal dan mendunia, melebihi negara asalnya, Indonesia.

Mengutip dari catatan Cok Sawitri (penulis, seniman, budayawan dan kawan baik) POTRET BALI MASA KINI DI ‘MEDAN TEMPUR SIMBOLIK’ dengan pertanyaan/ kegelisahannya:

  • Bagaimana kemudian hamburan hasil jepretan tukang potret di era digital, yang berupaya membawa potret-potretnya itu terbebas dari sekedar membekukan memori pribadi menjadi alat komunikasi yang berdampak luas ?
  • Menjadi duta gagasan-gagasan mengenai problem kehidupan yang dihadapi Bali ?
*catatan Cok Sawitri selengkapnya bisa dibaca disini : https://anggaramahendra.wordpress.com/2015/08/20/catatan-cok-sawitri-pada-pameran-air-dalam-simbol/

Kita cenderung masuk dalam buaian warna-warni Bali, eksotisme visual yang menggoda sehingga lupa untuk bercerita. Sudah berapa banyak perubahan yang terjadi? Apa kita sudah cukup baik mendokumentasikannya?

Air Dalam Perspektif

Di pameran “Air Dalam Simbol”, saya, dan tiga kawan lain (Jeje, Vifick dan Christo) berusaha bercerita tentang air dari perspektif kita masing-masing.

20150820 DFF Air - Instalasi Pameran Air Dalam Simbol_ANG_2463

Dengan “Rekreasi” seri foto yang saya kerjakan di pantai Nusa Dua, Bali berusaha bercerita tentang wahana air dan buatan manusia yang menjadi bisnis besar dan utama di Bali. Sehingga bisnis rekreasi menjadi cara mudah dan sah untuk melakukan komodifikasi alam sesuai dengan peminatnya yaitu wisatawan.

20150820 DFF Air - Instalasi Pameran Air Dalam Simbol_ANG_2417

Seri lengkap “Rekreasi” bisa dilihat disini: http://www.anggaramahendra.com/rekreasi/

Jeje Prima Wardani (pemangku adat) bercerita tentang ritual air pada Dewi Danu (Dewi Air) yang berstana di Danau Batur, danau terbesar di Bali yang menjadi sumber air pada esai “Mengiringi Dewi Danu Jalan-Jalan”. Simbol kesuburan tanah dan pemujaan kepada air dalam ritual ini berbanding terbalik dengan kondisi di sekitar Gunung Batur tempat Dewi Danu berjalan-jalan melakukan inspeksi pada setiap Subak (sistem irigasi air) yang dilewatiNya. Air tidak lagi melimpah seperti dulu, dan banyak permasalahan yang disebabkan oleh manusia berkaitan dengan berubahnya pola hidup kita. Alih fungsi lahan, sampah, pestisida yang mencemari sumber-sumber air dan berkurangnya debit air di mata air. Dalam deskripsinya Jeje menjelaskan bahwa:  “Kita terlalu sibuk menggunakan tapi lupa memelihara air sebagai sumber kehidupan. Mewarisi tradisi air adalah sebuah tanggung jawab, tidak semata-mata dalam upacara yang semarak tapi juga dapat memahami esensinya. Seperti menjaga elemen buana agung (dunia tempat kita tinggal) dan buana alit (diri kita sendiri)”.

Foto oleh Jeje Prima Wardani: http://jejeprimaw.tumblr.com/

Foto oleh Jeje Prima Wardani “Mengiringi Dewi Danu Jalan-Jalan” : http://jejeprimaw.tumblr.com/

Instalasi Jeje Prima Wardani

Instalasi Jeje Prima Wardani “Mengiringi Dewi Danu Jalan-Jalan” : http://jejeprimaw.tumblr.com/

Syafiudin Vifick yang pernah menyebut dirinya sebagai visual activist bercerita melalui sampah sebagai simbol peradaban manusia di sumber air dari hulu ke hilir. Ada kesamaan jenis sampah (plastik) yang ditemukan yang menandakan sampah jenis ini sudah masuk ke kehidupan semua orang, tanpa mengenal latar belakang dan lokasinya. Secara fisik, karyanya dicetak 1×1 meter pada bahan mouse pad, ditempel di lantai pada 8 pilar Rumah Sanur Creative Hub. Silahkan menunduk untuk menikmati karyanya, bahkan diinjak karena karya ini memang sampah! Dicetak pula diatas bahan calon sampah.

Foto oleh Syafiudin Vifick dalam seri

Foto oleh Syafiudin Vifick dalam seri “Artefak” : http://www.rumahkelima.com

Instalasi

Instalasi “Artefak” karya Syafiudin Vifick

Fotojurnalis, Johannes P. Christo bercerita tentang analogi habitat mamalia air dan manusia yang terbalik. Lumba-lumba tidak lagi di alam lepas seperti habitatnya dulu, tapi dibuatkan ala-ala konservasi atau taman air untuk menghibur manusia. Christo dengan narasinya mengajak kita manusia untuk mengingat kembali jasa lumba-lumba sebagai saudara tua manusia yang membantu navigasi kapal dan menolong manusia yang hampir tenggelam. Bisa jadi, pengekangan mamalia air yang menjadi hal biasa ini disebabkan oleh media yang menayangkan film mamalia air di wahana air untuk manusia dengan slogan “sahabat manusia”. Tapi kita lupa, sahabat seharusnya tidak mengekang mereka.

Christo menggunakan Diptych: menyandingkan dua foto yang memiliki kesamaan visual untuk memberikan efek ketiga pada pembaca.

seri foto Johannes P. Christo

seri foto Johannes P. Christo “Terbalik” : http://www.jpchristo.com

Ruang Dalam Rumah

Pameran ini tidak lagi bertempat di Danes Art Veranda milik arsitek Popo Danes seperti tahun lalu dengan ruang pamer yang sudah tersedia, tapi berpindah di Rumah Sanur Creative Hub. Ruang yang berbeda dan jauh lebih luas sehingga kami memutuskan untuk memasukan foto dalam desain kemudian dicetak dan ditempel pada panel berukuran maksimal 3.15 meter x 1.40 meter. Ukuran foto yang relatif besar seperti mampu berkomunikasi lebih baik untuk menyampaikan pesannya dengan detail yang terlihat lebih jelas.

20150812-13 DFF Air Dalam Simbol Instalasi Sampai Pagi_ANG_7986 20150812-13 DFF Air Dalam Simbol Instalasi Sampai Pagi_ANG_8022  20150812-13 DFF Air Dalam Simbol Instalasi Sampai Pagi_ANG_8037

Tentang Project 88 

Project 88 adalah sebuah upaya lebih mendekatkan fotografi dengan film dokumenter. Upaya ini dilatari oleh kerapnya terjadi hambatan pada para peminat pemula yang ingin membuat film dokumenter. Diperlukannya beberapa prasyarat dalam produksi film dokumenter membuat para pemula tak dapat membuat karya dalam langkah yang terstruktur secara benar, khususnya pada produksi pertama mereka. Kerap kali hal ini menjadi pematah semangat yang ampuh bagi para pendatang baru itu.

Berangkat dari kenyataan itu, Denpasar Film Festival mengajak beberapa fotografer muda berbakat di Bali untuk mengatasi kendala itu. Mereka adalah Anggara Mahendra, Johannes P. Christo, Prima Wardani, dan Syafi’udin. Keempatnya adalah fotografer yang karya-karyanya kerap menghiasi halaman berbagai media, juga kerap memenangi penghargaan di bidang fotografi. Dari sinergi tersebut lahirlah konsep Project 88 yakni sebuah esai mengenai sebuah isu, situasi, atau keadaan yang dituturkan dengan delapan alenia naskah (teks) dan delapan foto. Bagi pemula, konsep ini boleh dikata merupakan tahapan langkah yang lebih mudah menuju produksi film dokumenter. Bagi profesional, konsep ini merupakan alternatif bertutur yang memberi ruang yang seimbang antara gambar dan narasi (teks).

Tahun ini Project 88 memasuki tahun kedua yang mengangkat tema “Air Dalam Simbol” untuk bercerita tentang isu air dari berbagai perspektif.

*ditulis oleh Agung Bawantara (Denpasar Film Festival)

What Next?

Tahun depan, Projet 88 sebagai bagian dari Denpasar Film Festival akan membuat workshop untuk pelajar dan non profesional untuk bernarasi visual. Tujuannya sederhana, agar lebih banyak lagi dokumentasi tentang perubahan yang masif terjadi di Bali yang dimulai dari hal-hal sekitar yang sering dianggap biasa.

*catatan menjelang penutupan pameran “Air Dalam Simbol” pada 21 Agustus 2015 di Rumah Sanur Creative Hub. Jika ada kawan-kawan yang sudah mampir ke pameran dan berkenan memberi komentar atau kritik untuk membangun, kami terbuka banget.

Matur Suksma / Terima Kasih / Thank You / Arigatou Gozaimasu

Advertisements

2 thoughts on “Catatan Pameran “Air Dalam Simbol”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s